Rabu, 26 Juni 2013

Ringkasan Jurnal


Integrasi Produksi – Distribusi pada Supply Chain dengan Pendakatan Hybrid Analitik – Simulasi

Annisa Kesy Garside, R. Hadi Wahyuono, Tiananda Widyarini

1.       PENDAHULUAN

Proses Utama dalam sebuah Supply chain adalah perencanaan produksi dan distribusi. Linear Programing (LP) dan Mixed Intteger Programing (MIP) merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat analitik pada problem integrasi produksi distribusi. Model Simulasi merupakan alat evaluasi  performansi yang efektif  dan alat pemodelan stokastik yang paling kompleks untuk memvisualisasikan perencanaan produksi distribusi yang bisa beradaptasi dengan berbagai kebijakan persediaan . Model simulasi menggambarkan network supply chain yang berbeda namun hasil simulasi menunjukan solusi model analitik menjadi tidak layak, sehingga diperlukan penyesuaian atau penambahan kapasitas pada saat diimplementasikan.Tujuan penelitian untuk mengembangkan pendekatan hybrid analitik-simulasi dalam menyelesaikan problem integrasi produksi-distribusi pada sebuah SC.

 

2.       Metode Penelitian

Garside mengembangkan model integrasi produksi-distribusi untuk menentukan jenis produk yang harus diproduksi, jumlah produksi, kuantitas dan jumlah pengiriman dari masing-masing pabrik ke masing-masing DC, serta persediaan di pabrik dan DC. Persediaan tersebut berfungsi sebagai safety stock sehingga pabrik dan DC dapat mengantisipasi ketidakpastian permintaan dan pasokan yang berlangsung dalam supply chain dan anticipation/seasonal stock dimana pabrik dan DC menggunakan persediaan yang dibuat pada periode permintaan rendah untuk memenuhi permintaan pada musim puncak. Model ini memodifikasi model yang telah dikembangkan sebelumnya dengan mengijinkan permintaan tidak terpenuhi jika tidak menggunakan alokasi persediaan dan pabrik akan kehilangan biaya kesempatan untuk memenuhi permintaan tersebut. Variabel keputusan dalam model integrasi produksidistribusi dinyatakan sebagai berikut :




 

3.       PERANCANGAN MODEL SIMULASI

Perancangan model simulasi menggunakan software ARENA dan VBA yang terintegrasi dalam software tersebut. Data-data yang diinputkan pada model simulasi meliputi:

 (1) Rencana produksi – distribusi yang dihasilkan dari model analitik. Untuk mempermudah proses input dikembangkan Worksheet Excel yang terintegrasi dengan VBA ARENA sehingga setiap perubahan secara otomatis akan merubah model simulasi.

 (2) Waktu produksi tiap produk di tiap pabrik.

(3) Jarak dari tiap pabrik ke tiap DC.

(4) Kecepatan kendaraan.

 (5) Waktu antar kerusakan dan perbaikan mesin di masing-masing pabrik.

(6) Waktu antar kerusakan dan waktu perbaikan masing-masing kendaraan.

 


Step 1. Kapasitas waktu telah disesuaikan sehingga diperoleh kapasitas waktu produksi di tiap pabrik dan waktu pengiriman masingmasing kendaraan untuk iterasi ke-i.

Step 2. Menentukan rencana produksi dan distribusi di masing-masing pabrik pada tiap periode dengan menggunakan model analitik berdasarkan kapasitas dari step 1.

Step 3. Menjalankan model simulasi berdasarkan solusi dari step 2 dengan replikasi sebanyak 15 kali.

Step 4. Menghitung selang kepercayaan rata-rata waktu simulasi di masing-masing pabrik pada tiap periode dengan menggunakan uji t pada tingkat kepercayaan 95%.

Step 5. Menetapkan batas atas/nilai maksimum dari selang kepercayaan sebagai waktu simulasi di pabrik ke-p pada periode k-t.

Step 6. Jika waktu simulasi pada masing-masing pabrik pada tiap periode tidak melebihi kapasitas waktu yang tersedia maka berhenti/ stop. Jika masih ada salah satu yang belum memenuhi, lanjutkan step 7.

Step 7. Cek waktu simulasi pada masing-masing pabrik pada tiap periode. Jika waktu simulasinya sudah lebih kecil dari waktu tersedia maka lanjut ke step 8. Jika tidak, lanjutkan ke step 9 dan 10.

Step 8. Tetapkan kapasitas waktu yang telah disesuaikan untuk iterasi ke-i+1 sama dengan iterasi ke-i.

 

4.       HASIL DAN PEMBAHASAN

Prosedur hybrid analitik-simulasi digunakan untuk menyelesaikan sebuah problem integrasi produksi-distribusi yang berlangsung pada two echelon supply chain.

 


 




5.       SIMPULAN

Solusi awal model analitik tidak dapat diimplementasikan direalita yang memiliki karakteristik stokastik oleh karena itu penyesuaian kapasitas waktu digunakan untuk megubah nilai sisi kanan pada pembatas kapasitas waktu produksi di pabrik dan kapasitas waktu yang dimiliki tiap kendaraan pada modelanalitik. Hasil dari penyesuaian kapasitas secara signifikan mempengaruhi rencana produksi-distribusi. Konsekuensi yang harus ditanggung supply chain dengan implementasi pendekatan hybrid analitik-simulasi adalah penambahan biaya setup pabrik, produksi pada pabrik dengan biaya produksi, simpan dan pengiriman yang lebih mahal, serta biaya kesempatan yang hilang untuk memenuhi permintaan langsung konsumen. Namun dengan menggunakan keunggulan dari kedua model tersebut maka pencarian solusi akan mempertimbangkan struktur biaya yang harus dikeluarkan dan faktor stokastik yang terjadi pada supply chain sehingga solusi yang diperoleh mendekati optimal dan layak untuk diimplementasikan di realita.

 

 

Selasa, 04 Juni 2013

PILIH JAKARTA ATAU BANDUNG?


Pilih Jakarta  atau Bandung?
Day Trans Travel Jakarta Bandung.jpgDalam dasawarsa terakhir ini, peningkatan urbansasi ke beberapa kota besar semakin meningkat. Kota-kota besar di Indonesia semakin padat dengan penduduk yang merantau dari desa-desa kecil. Kehidupan yang nyaman, aman , linkungan yang bersih, fasilitas kota yang komplit  serta pendapatan yang maksimal merupakan hal yang di idam-idamkan semua manusia. Mungkin hal itu juga yang menjadi factor pendorong banyak orang-orang untuk meninggalkan tempat lahirnya atau merantau ke beberapa kota besar.
Kehidupan yang nyaman sebenarnya mungkin bisa mereka rasakan di kampungnya masing-masing, akan tetapi, factor ekonomi dan kebutuhan yang meningkat mengakibatkan setiap orang sangat membutuhkan pendapatan yang lebih. Yang mungkin tidak bisa mereka dapatkan di kampung masing-masing. Factor lainnya adalah pendidikan. Beberapa kota besar memiliki tempat pendidikan dengan fasilitas yang komplit dan memiliki standart internasional menjadi daya tarik untuk melanjutkan pendidikan.
Kota Jakarta dan Bandung menjadi kota yang paling dituju oleh setiap perantau. Bagaimana tidak?. Dua kota ini merupakan kota di Indonesia yang memiliki status metropolitan atau kota modern. Jakarta dan Bandung memang memiliki keunikan masing-masing.
Jakarta, secara geografis kota ini termasuk kota yang berada di daerah dataran rendah dan beberapa daerah memilki tanah yang curam. Dilihat dari sisi lingkungan, Jakarta sangat memprihatinkan. Kondisi air yang tidak sehat, asap kendaraan yang semakin menjadi-jadi, pencemaran dimana-mana, dan masalah sampah pun seakan belum bisa teratasi. Mengakibatkan Jakarta selalu terkena musibah banjir setiap tahunnya. Tingkat kriminalitas marak terjadi di Jakarta. Pencopetan, curanmor dan pelecehan seksual masih sering terjadi. Oleh Karena itu perlu keseriusan dari pihak aparat keamanan dan masyarakat dalam membenahi keamanan di Jakarta. Akan tetapi dari segi bisnis dan perekonomian Jakarta juaranya. Jakarta adalah ibu kota Negara Indonesia, di sinilah pusat semua aktifitas perekonomian, industry dan perdagangan. Sehinggga menjadikan Jakarta sebagai tempat yang sangat strategis untuk di jadikan bisnis. Tak heran jika banyak para pengusaha dan para perantau mengadu nasib di sana. Begitu pun dari bidang pendidikan, Jakarta memiliki bebrapa universitas yang berlabel standart internasional.
Bandung secara geografis secara geografis kota ini terletak di daerah dataran tinggi. Dari segi lingkungan, memang Bandung lebih baik jika di bandingkan dengan Jakarta. Bandung memliki udara yang sejuk, pepohonan tumbuh di sepanjang jalan dan tingkat pencemaran yang masi minim terkesan Bandung terjaga dengan baik. Bandung memiliki beberapa universitas terkenal dan belabel standart internasional, sehingga tak heran jika banyak orang-orang dari daerah luar yang memlih melanjutkan studinya di sana. Dari segi bisnis, Bandung memiliki potensi yang tinggi untuk dijadikan tempat bisnis. Bandung memiliki banyak sekali kreasi-kreasi usaha baik itu di bidang kuliner ataupun hiburan. Sehingga tak salah jika Bandung menjadi tujuan yang paling favorit untuk berlibur. Akan tetapi jika dibandingkan, Jakarta masih mengungguli bandung jika berbicara tentang bisnis dan lowongan kerja.
Kedua kota ini memang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Hal ini mungkin bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi orang-orang yang ingin mengadu nasib di sebuah kota. Karena bagaimanapun semua ini untuk kelangsungan hidup mereka. (husen al sabah).